Nyaman di Masa Depan Sebagai Visi Misi Dan Eksekusi

Kemaren hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2026 saya pulang dari Semarang jam 18.30an. Karena pas momen makan malam saya pengen nyobain penyetan yang lumayan rame di Jln Parangtritis.

Dulu ada penyetan yang rame di timur Samsat Parangtritis dan tentu saja saya ingin mencoba.

Tapi tiba-tiba sudah tidak ada dan ganti menjadi KOPDES.

Untungnya setelah saya konfirmasi ke teman di wilayah itu, ternyata penyetan yang rame itu memang awalnya di timur Samsat yang pindah. 

Fix kudu nyoba.

Dan momen itu datang.

Saya parkir dan petugas parkirnya bilang “taruh situ aja gpp mas nanti saya bereskan”. Nggih Pak

Saya masuk ke warung dan cukup rame karena momen makan malam.

Petugasnya tanya “mau ambil sambal sendiri atau sekalian dibungkuskan?” Bungkuskan saja ya. “Nggih mas” dengan nada yang nyaman.

Karena saya dibungkus saya menunggu dekat kasir dan melihat bapak-bapak yang saya rasa ini ownernya. Beberapa kali saya mendengar bapaknya ini bicara

“Makasih ya kak, hati-hati di jalan”

“Jenengan saged kapan pak?”

“Makasih ya”

Hmmm…nadanya enak sekali…

Akhirnya bungkusan saya datang dan saya kembali ke parkiran dan ketemu bapak petugas parkirnya

“ke utara atau ke selatan mas?””hati-hati ya”

Hmmmmm…

Ini satu warung nadanya enak sekali. Apa mungkin ini resep warung mereka rame ya selain memang pilihan sambalnya banyak.

Akhirnya saya kepikiran dengan cerita dari Amerika Serikat tentang seorang petugas WC.

Pada tahun 1961 atau 1962, Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy (JFK) melakukan kunjungan ke fasilitas pusat antariksa NASA. 

JFK menyusuri lorong gedung dan melihat seorang petugas kebersihan (janitor) yang sedang membawa sapu. 

Presiden Kennedy menghampiri pria tersebut dan bertanya apa pekerjaannya di NASA.

Petugas kebersihan itu menjawab dengan bangga:

“Mr. President, I’m helping to put a man on the moon.” (Pak Presiden, saya sedang membantu menerbangkan manusia ke bulan.)

I'm helping to put a man on the moon

Hmmmm

Saya kemudian melihat ke diri sendiri.

Saya punya perusahaan perseorangan namanya PT Nyaman di Masa Depan.

Saya bermimpi mempunyai visi membuat orang-orang hidup nyaman di masa depan sehingga semua hal yang saya lakukan harus nyaman agar saya, pegawai (kalo suatu saat punya…amin) dan klien benar-benar bisa mewujudkan impian hidup nyaman di masa depan.

Tentu saja visi ini diimplementasi dengan cara

  • kantor harus nyaman baik untuk pegawai maupun klien
  • semua karyawan harus mempunyai visi sama yaitu membuat diri sendiri dan klien hidup nyaman di masa depan

Entahlah apakah bisa terwujud atau tidak tapi saat ini saya sedang berproses menuju visi Nyaman di Masa Depan

Bantul

Minggu, 25 Oktober 2026

09.35

Rumah