Mengapa Memilih Dividen Investing

Ini adalah tulisan kedua setelah kemaren menulis tentang Menulis Di Platform Yang Sesuai.

Dan di tulisan kali ini saya akan membahas kenapa akhirnya Memilih DIVIDEN INVESTING.

Tulisan ini akan cukup panjang karena saya juga akan cerita dari kisaran tahun 2012. Ya biar utuh dan banyak aja tulisannya. Tapi tenang, enggak akan sebanyak itu juga kok.

Jadi di tahun 2012 saya sudah tertarik dengan dunia investasi dimana kebayangnya adalah uang bekerja untuk menghasilkan uang sendiri. Dan di tahun-tahun itu akhirnya berinvestasi reksadana dan emas. Tapi keduanya gagal. Enggak usah diceritakan kenapa gagalnya…hehe…Intinya adalah hanya iseng-iseng tapi enggak punya “why” yang kuat.

Nah baru di tahun 2018 ada teman yang menyuruh saya mendaftar sekuritas untuk membeli saham. Wow…Inilah yang saya cari selama ini.

Dari 2018 sampai tahun 2024 saya menganut aliran investasi value investing dan di momen ini juga akhirnya saya membuat web yang membahas tentang kinerja emiten yaitu https://stockguide.id dan semua artikel saya bagikan secara gratis. Tahun 2024 sampai Mei 2025 saya vakum di dunia saham.

Sebelum melanjutkan pembahasan tentang saham saya ingin sedikit cerita kalo saya hobi sekali membuat project yang berbumbu startup. Dari mulai diobatin (iya nama startupnya itu) hingga terakhir adalah VISTA yang saya buat tahun 2024 sampe 2025.

VISTA ini akhirnya saya hentikan karena ketiadaan SDM dan efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah.

Memang tidak langsung berhubungan karena VISTA ini juga belum benar-benar launching tapi modal pembuatan VISTA ini berasal dari kantong pribadi dan saya takut kena efisiensi dan dapur enggak jadi mengepul.

Karena ada waktu longgar akhirnya saham yang sempat vakum saya buka-buka lagi.

Mei 2025, saya mulai iseng-iseng menulis di Threads tentang saham di akun Dividen Investing ID (nama awalnya Stock Guide) sebagai penyalur hobi saja.

Awalnya semua tipe investasi saya bahas dari value investing, yang penting investing bukan trading sampe membahas alasan jelas saat masuk ke bursa saham.

Disisi lain gara-gara efisiensi yang tadi saya tulis saya mulai kepikiran masalah dana pensiun karena di kantor tidak ada uang pensiun layaknya PNS yang ada setiap bulan.

Yang kami dapat hanyalah pesangon dan saat saya hitung future valuenya enggak sebanding.

Contoh misal pesangon saat pensiun Rp 50juta dan di tahun saya pensiun kisaran 2045 uang Rp 50juta enggak akan terasa.

Sambil membayangkan rencana mencari dana pensiun saya membaca buku keren namanya The $100 Startup. Disini dibahas apa saja sih project yang bisa dilakukan dan yang penting mulai saja dulu.

buku the $100 startup

Akhirnya ada 1 hal yang mengerucut.

  1. punya skill di bursa saham yang sebelumnya gratis
  2. kudu mencari project yang customer segmented
  3. bisa mendapatkan income tambahan sebagai sarana mewujudkan dana pensiun
  4. bisa menjadi top of mind di kolam kecil (teknik ini benar-benar josjis sih…kapan-kapan saya bahas)

Akhirnya memilih Dividen Investing dan jadilah website https://divideninvesting.id yang kemudian diteruskan menjadi Komunitas Dividen Investing ID dan tentu saja akun Threads yang di atas namanya Stock Guide saya rubah menjadi Dividen Investing ID.

Saya percaya bahwa 1 skill yang diasah berkali-kali akan lebih bagus dibanding 1000 skill tapi hanya di asah 1x.

Pelan-pelan ujung dari dividen investing ini menjadi melebar. Ternyata dividen investing itu menjadi bukan hanya teknik investasi tapi bisa menjadi kendaraan untuk dana pensiun dan dana pendidikan anak.

Dari dividen investing lahir sebuah project baru terkait dana pensiun dan dana pendidikan anak namanya Savior.

Bantul, 15 Agustus 2026

05:36

Rumah